Kerugian Korporasi Global: Fraud Menggerus 7,7% dari Pendapatan Tahunan

TA Fraud

Jakarta, Oktober 2025 | Fraud Korporasi & Audit Internal | TheAuditorPost.com
Survei global oleh TransUnion menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan di seluruh dunia rata-rata kehilangan 7,7% dari pendapatan tahunan mereka akibat fraud dalam setahun terakhir. Kerugian ini diperkirakan mencapai US$ 534 miliar berdasarkan data dari 1.200 pemimpin bisnis global.

Dalam survei tersebut, perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat melaporkan bahwa mereka kehilangan rata-rata 9,8% dari pendapatannya karena fraud, 46% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya dan sekitar 27% di atas rata-rata global.

Laporan TransUnion juga mengidentifikasi tiga jenis fraud utama yang menyumbang kerugian besar secara global: scam/authorized fraud (24%), synthetic identity fraud (20%), dan account takeover (20%). Selain itu, volume kasus takeover akun digital melonjak 21% dari H1 2024 ke H1 2025, dan naik 141% sejak H1 2021 menunjukkan eskalasi cepat dari modus pencurian identitas dan pengambilalihan akun.

Angka-angka ini menandakan bahwa fraud bukan lagi isu sporadis atau minor; melainkan menjadi risiko strategis yang mengancam profitabilitas, reputasi, dan keberlanjutan bisnis. Bagi fungsi audit internal, temuan ini menegaskan bahwa mereka harus meningkatkan fokus pada kontrol pengendalian risiko fraud, serta memperkuat kemampuan dalam mendeteksi dan merespons serangan yang semakin kompleks.

Sumber:
TransUnion. (8 Oktober 2025). H2 2025 Update: Top Fraud Trends – Cost of fraud for businesses ballooned. Diakses dari https://www.transunion.com/report/top-fraud-trends

Translate »