Jakarta, Agustus 2025 | Fraud & Audit Global | TheAuditorPost.com
Laporan Top 5 Fraud Trends of 2025 oleh Mason Wilder, CFE dari ACFE, menyoroti lima pola penipuan penting yang diantisipasi mendominasi landscape global sepanjang tahun ini. Pertama, popularitas modus pig butchering—varian fraud romantis dalam investasi kripto diprediksi menurun karena meningkatnya kesadaran publik, meski tidak sepenuhnya hilang dari peredaran.
Kedua, fraud berbasis teknologi seperti phishing dan business email compromise akan terus meningkat. Serangan kian berkembang seiring kriminal memanfaatkan kecanggihan AI dan generative tools untuk menipu secara lebih cerdas.
Ketiga, fraud melalui synthetic identity diprediksi meningkat pesat. Penggunaan AI untuk membuat identitas palsu baik individu maupun lembaga akan membanjiri sistem deteksi tradisional dalam kasus seperti peminjaman, klaim asuransi, hingga invoice fraud.
Keempat, lembaga keuangan, penyedia jasa uang, dan operator telekomunikasi akan menjadi sasaran pengawasan hukum dan regulator lebih ketat. Regulasi seperti kerangka tanggung jawab baru di Singapura menuntut mereka aktif mencegah aliran dana penipuan melalui sistem mereka.
Kelima, profesi anti-fraud juga mengalami pergeseran besar. Banyak pemeriksa fraud diperkirakan pindah dari sektor publik ke swasta, bersamaan dengan meningkatnya kebutuhan akan keterampilan teknologi untuk bersaing—termasuk pemanfaatan AI dalam deteksi fraud.
Mengapa Ini Penting?
Tren ini menggarisbawahi bahwa fraud kini semakin multidimensional dan adaptif. Untuk menanggulanginya, organisasi perlu memperbaharui sistem pengendalian internal, memperkuat kanal pelaporan whistleblowing, dan meningkatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk regulator, lembaga keuangan, dan penyedia teknologi.
Sumber: Top 5 Fraud Trends of 2025, Mason Wilder, CFE – ACFE (January 2025)